Chat with us, powered by LiveChat

Donald Trump Gunakan Cara Tak Lazim Agar AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Donald Trump Gunakan Cara Tak Lazim Agar AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Sepanjang perhelatan Piala Dunia 2018 ini, banyak berita mengejutkan sekaligus menarik untuk didengar. Pertama informasi seputar pertandingan mulai dari para pemain, strategi yang digunakan, hasil kemenangan, sampai WAGs para bintang lapangan juga tak luput dari sorot media. Rupanya ada hal lain lagi yang menarik perhatian publik dimana Presidan AS Donal Trump turut memberikan pernyataan keras mengenai ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Dirinya menginginkan AS menjadi tuan rumah pada periode tahun 2026 dimana tahapan seleksi telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Maklum saja jika setiap negara mengincar posisi tersebut karena begitu banyak keuntungan berbagai macam bidang yang akan didapatkan bagi si tuan rumah Piala Dunia.

Bisa kita ambil contoh dari pihak Rusia yang kini tengah menjadi tempat diselenggarakannya pertandingan akbar tersebut. Negara Beruang Putih mengeluarkan begitu banyak dana, dilansir dari media massa luar negeri jumlahnya sekitar belasan dollar lebih. Uang tersebut digunakan untuk berbagai macam keperluan pertandingan yang diadakan selama satu bulan tersebut, mulai dari membangun stadion megah, mempersiapkan penginapan, akkomodasi, dan sebagainya. Belum lagi membiayai timnas sendiri supaya dapat tampil memukau sehingga dapat mengharumkan nama negaranya sendiri sebagai tuan rumah. Berbagai macam usaha tentu dilakukan lebih keras, seperti membayar pelatih terbaik dan membeli beberapa pemain baru dari klub atau luar negeri dengan harga fantastis. Sementara itu terdapat pula pajak yang harus dibayarkan kepada pihak FIFA jiak ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia, sekitar 11 milyar dollar. Meskipun begitu, Rusia mengambil banyak sekali keuntungan, seperti popularitas, meningkatkan jumlah wisatawan asing, kehidupan ekonomi penduduk makin pesat, perbaikan fasilitas umum, dan lain sebagainya. Tidaklah mengherankan apabila tiap negara berniat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia untuk mendapatkan berbagi macam keuntungan baik secara materi ataupun tidak.

Benarkah Trump Gunakan Cara Kotor?

Presiden AS, Donald Trump memang seringkali menjadi perbincangan dunia semenjak dirinya menjabat sebagai kepala negara. Bahkan kemarin sempat mengungkapkan ambisinya untuk membawa Amerika Serikat menuju popularitas sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Negara tersebut akan bergabung bersama Meksiko dan juga Kanapa yang katanya bakal menjadi kandidat kuat dalam seleksi FIFA. Seperti yanng telah diketahui jika pemilihan tuan rumah turnamen tersebut dilakukan beberapa tahun sebelumnya agar yang menang dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Kabarnya terakhir kemarin baru ada Maroko yang mengajukan diri sebagai kandidat baru. Sementara itu pihak FIFA sendiri ingin sekali mengumumkan negara tuan rumah Piala Dunia pada tanggal 13 Juni 2018 di Moskow, Rusia. Hal menarik datang ketika Donald Trump membuat sebuah sindirian keras bahkan terdengar seperti ancaman di media sosial Twitternya. Ia mengatakan jika AS telah mendaftarkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Bagi negara manapun yang ingin bersaing dengan mereka diminta sadar diri karena selama ini AS telah banyak memberikan bantuan kepada negara-negara tersebut. Dengan kata lain, Trump meminta kandidat Piala Dunia untuk mengalah atau mundur agar AS bisa mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah.

Tanggapan FIFA Mengenai Donald Trump

Kicauan sang Presiden AS nampaknya langsung ramai menjadi bahan pembicaraan masyarakat dunia. Bahkan banyak politikus dan para ahli lainnya memberikan tanggapan, baik itu pro maupun kontra. Salah satunya seperti pihak FIFA selaku asosiasi peyelenggara sekaligus panitia Piala Dunia yang memberikan tanggapan kepada tindakan Trump. Mereka menilai aksi tersebut menjadi ancaman sekaligus tekanan bagi para kandidat dan pemilih. FIFA tidak memberikan komentarnya secara langsung terhadap kata-kata Donald Trump di akun Twitternya namun berharap agar ia tdak mengulanginya lagi. Badan tersebut ingin supaya turnamen tingkat internasional berjalan adil dimana tidak ada campur tangan dari sang pemimpin negaranya dalam proses pemilihan tuan rumah atau tahapan apapun.

AS Sudah Pernah Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 1994

Ingatkan Anda kejadian tragis dalam Piala Dunia 1994 silam? Dimana salah seorang pemain Kolombia bernama Andres Escobar karena tembakan dari fans Amerika Serikat? Alasannya karena fans tersebut tidak terima dan kecewa Kolombia mengalami kekalahan dari lawannya karena pada saat itu sedang menjadi tuan rumah. Hal ini disebabkan karena goal bunuh diri yang dilakukan Escobar ke gawang sendiri. Pada saat itu, AS berhasil lolos sampai ke babak 16 besar. Akan tetapi kenyataan berbicara lain dimana akhirnya Brazil berhasil memenangkan turnamen dan keluar sebagai sang juara dunia. Negara yang terkenal karena Tari Samba itu mengalahkan AS dengan skor 1-0 berkat tendangan dari Bebeto.

Seharusnya AS memberikan kesempatan dan bahkan dukungan bagi negara kandidat lain untuk menjadi tuan rumah. Pasalnya posisi tersebut bukan hanya karena keuntungan serta popularitas belaka melainkan mengenalkan kepada dunia tentang keunikan dari suatu negara. Misalnya saja mengenai budaya, keragaman, ciri khas, karakteristik tempat, dan lain sebagainya. Selain itu juga mampu memperkuat hubungan kerjasama dan persahabatan dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Akan tetapi, Trump malah berlaku sebaliknya dimana memberikan ancaman kepada negara sabahat demi menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia periode selanjutnya.

Kabarnya sang presiden juga akan selalu memantau ketat setiap tahapan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026. Untuk melancarkan usaha tersebut, ia meminta dukungan kepada negara lain seperti kawasan Afrika. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan yang dilakukan Trump dengan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari di Gedung Putih. Dirinya juga mengungkapkan apabila Kanada beserta Meksiko turut memberikan dukungan penuh atas keinginan tersebut.

Kecilnya Peluang Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Meskipun Amerika Serikat menjadi negara kuat dan berpengaruh besar terhadap dunia namun banyak yang memprediksi langkah mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia akan terhenti. Pasalnya, AS telah merasakan kesempat tersebut pada tahun 1994 silam. Ditambah lagi timnas mereka tidak mampu lolos ke babak final dalam Piala Dunia 2018 di Rusia. Padahal sebelumnya AS selalu berhasil masuk dalam enam edisi terakhir pertandingan, tepatnya sejak Piala Dunia 1990 di Italia.

Sementara itu cara kontroversial dari Donald Trump semakin membuat penduduk dunia geram dan kurang simpatik. Tindakannnya mengancam negara-negara yang tidak memberikan dukungan pada mereka dinilai kotor dan licik. Kemungkinan besar hal tersebut menjadi tekanan besar karena merasa takut pihak AS akan melakukan hal tak terduga, seperti menghentikan kerjasama, bantuan atau bahkan serangan kecil tak terduga. Meskipun menjengkelkan namun AS menjadi salah satu negara paling berpengaruh di dunia.

Karena tidak ada lagi negara yang mencalonkan diri selain Maroko dan AS maka sepertnya pemilihan tuan rumah akan berjalan tidak seimbang. Terlebih lagi Donald Trump sempat berulang kali mengeluarkan ancaman bagi pihak yang tidak mau mendukungnya. Tentu saja hal ini menjadi sebuah tekanan baik bagi Maroko maupun beberapa negara anggota FIFA yang nantinya bakal menyuarakan pendapat. Meskipun FIFA sendiri telah memberikan tanggapan singkat agar kepala negara tidak ikut campur namun sepertinya himbauan tersebut kurang begitu efektif. Apalagi Trump telah gencar melakukan strategi untuk mendapatkan dukungan dari berbagai macam pihak, salah satunya seperti negara-negara di kawasan Afrika.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat