Kekalahan Paling Mengejutkan dalam Pertandingan Menuju Piala Dunia

Kekalahan Paling Mengejutkan dalam Pertandingan Menuju Piala Dunia

Piala Dunia menjadi salah satu ajang bergengsi mengenai pertandingan olahraga sepak bola. Karena diikuti oleh hampir seluruh negara di dunia maka popularitasnya kian meningkat pesat dari masa ke masa. Akan tetapi dibalik itu semua ternyata banyak kejadian mengejutkan bahkan terbilang peristiwa naas di tengah lapangan saat pertandingan berlangsung. Salah satunya mengenai kekalahan dari tiap tim yang sedang bertanding. Berikut ini ada beberapa macam contoh peristiwa tragis saat suatu tim kalah dalam Piala Dunia.

  1. Kolombia vs Amerika Serikat (Piala Dunia 1994)
    Di dalam pertandingan ini Kolombia melawan Amerika Serikat dan berakhir dengan skor 1-2 dimana kemenangan dipegang oleh tuan rumah AS. Selama pertandingan berlangsung sebenarnya tidak ada hal mengejutkan bahkan terlihat biasa saja seperti biasanya. Akan tetapi pada menit tertentu ada sebuah gol bunuh diri dari Andres Escobar ketika dirinya berusaha menghadang tendangan silang mendatar milik John Harkes. Akan tetapi, sayangnya bukan itu yang menjadi insiden tragis dalam Piala Dunia tahun 1994 silam melainkan ketika Escobar tewas secara tiba-tiba. Pemain handal tersebut ditembak mati oleh salah seorang penggemar timnas Kolombia yang kecewa karena kekalahan tersebut. Berita penembakan kemudian menjadi topik paling panas di seluruh dunia sekaligus nyaris menciptakan perselisihan antar supporter.
  2. Brasil vs Uruguay (Final Piala Dunia 1950)
    Kekalahan tragis selanjutnya dialami oleh Brazil terhadap Uruguay pada tahun 1950 silam. Ini juga pertandingan yang biasa saja sebenarnya. Perolehan hasil akhirnya tidak terlalu banyak yaitu 1-2 dimana Uruguay keluar sebagai pemenangnya. Hanya butuh satu angka saja bagi Brazil agar bisa menjadi sang juara namun kenyataannya tidak semanis itu. Para supporter di stadion Maracana sudah begitu antusias bahkan mengangap bila timnas mereka bakal menang mengalahkan Uruguay. Kemudian Alchides Ghiggia berhasil mencetak goal terakhir sehingga memutuskan Uruguay keluar sebagai jura Piala Dunia tahun tersebut. Hal tersebut kemudian membuat seisi stadion menjadi diam tak berkutik sehingga disebut-sebut sebagai kekalahan paling fenomenal sepanjang sejarah. Bahkan sang pencetak kemenangan yaitu Ghiggia sendiri mengatakan kalau ada tiga hal yang mampu membuat Maracana membisi, Fran Sinatra, Paus, dan dirinya sendiri.
  3. AC Milan vs Liverpool (Final Liga Champions 2005)
    Sebuah kejadian menarik terjadi ketika dua klub sepak bola ternama sekaligus menjadi unggulan banyak orang saling berhadapan yaitu diantara Liverpool dan AC Milan. Pada saat itu AC Milan mendapatkan poin lebih tinggi berkat penampilan Paolo Maldini dengan total skor 3-0. Yang membuat laga ini menjadi menarik adalah munculnya kabar kalau pihak petinggi dari UEFA datang langsung ke lapangan untuk berbicara pada Liverpool. Mereka memohon agar pertandingan tidak berat sebelah. Entah berita tersebut benar atau tidak tetapi pada babak kedua Liverpool mengambil alih posisi skor tertinggi. Hal ini dipicu oleh sundulan Gerrard, ditambah tendangan dari Smicer dan ditutup manis dengan tendangan pinalti Alonsi. Oleh karena itulah skornya menjadi sama yaitu 3-3 sehingga harus diakhiri dengan adu penalti. Pada akhirnya pihak Liverpool berhasil memenangkan Liga Champions 2005 setelah melalui serangkaian pertandingan super dramatis.
  4. Bulgaria vs Prancis (Penyisihan Piala Dunia 1993)
    Pertandingan ini merupakan yang terakhir dari babak penyisihan zona Eropa menuju ke ajang Piala Dunia pada tahun 1994. Meskipun sudah sangat lama namun turnamen tersebut tidak bisa dilupakan karena terdapat kejadian menarik. Prancis merupakan negara yang sangat diunggulkan bahkan diprediksi lolos Piala Dunia. Hal ini dibuktikan karena tim dilengkapi para pemain profesional, diantaranya ada Didier Deschamps, Eric Cantona, Jean-Pierre Papin, Marcel Desailly, dan David Ginola. Meskipun telah bertabur bintang lapangan hijau ternyata permainan Prancis tidak sebagus yang dibayangkan. Mereka tidak kompak, bermain dan fokus pada diri sendiri, mungkin ingin terlihat lebih unggul dibandingkan pemain lain yang sama-sama kuat. Ketika berhadapan dengan Bulgaria yang dijuluki jago kandang, Prancis kalah dengan skor 1-2. Awalnya perolehan goal seri yaitu 1-1 namun Laurent Blanc memberikan sentuhan kemenangan terakhir bagi Bulgaria.
  5. Arsenal vs Liverpool (Liga Inggris 1989)
    Pada musim 1998-1989, tim Arsenal butuh minimal dua gol supaya bisa menjadi juara. Jika tidak maka resikonya Liverpool yang akan menjadi juara dalam Piala Dunia periode tersebut. Turnamen yang digelar di Anfield merupakan kandang bagi Liverpool sehingga hanya sedikit orang saja yang menjagokan tim tersebut. Prediksi akan kekalahan Liverpool nampaknya terwujud karena Arsenal memimpin skor dengan perolehan 2-0. Terlebih lagi ketika salah satu pemainnya, Michael Thomas dari Arsenal berhasil membobol gawang lawan mainnya.
  6. Prancis vs Brasil (Final Piala Dunia 1998)
    Sudah lama sekali negara Brasil sangat difavoritkan masyarakat dunia karena prestasi dan para pemainnya begitu hebat, misalnya seperti Ronaldo. Ketika berhasil masuk ke babak final, tim tersebut berhadapan dengan Prancis yang sekaligus menjadi tuan rumah. Banyak orang menjagokan Brazil terutama sang bintang lapangan, Cristiano Ronaldo. Akan tetapi terjadi suatu kejadian menarik bahkan mengejutkan dimana Ronaldo seperti mengalami serangan aneh yang tidak seorangpun mengetahuinya. Ia hanya berhasil mencetak satu goal saja ditambah lagi pemain Brazil lainnya peformanya sangat buruk.
  7. Bayern Munich – Chelsea (Liga Champions 2012)
    Pertandingan selanjutnya antara Chelsea dan Bayern Munich pada Liga Champions tahun 2012. Sebelumnya tim Bayern Munich sangat digadang-gadang dan dianggap mampu memenangkan pertandingan. Hal tersebut dikarenakan adannya para pemain papan atas, materi bagus, pelatih profesional dan stratgi matang. Apalgi saat itu melawan Chelsea dimana mempunyai pelatih tidak terkenal sama sekali sehingga para pemainnya dianggap kurang kompeten yaitu Roberto di Matteo. Di awal babak pertama, Bayern Munich unggul daripada Chelsea dengan skor 1-0 karena goal yang dicetak Thomas Muller. Kemudian Didier Drogba mencoba memberikan goal balasan namun di beberapa menit terakhir. Karena waktunya terlalu dipaksakan akhirnya terjadi adu penalti antara keduanya. Sayangnya pada saat tersebut tim mereka kalah dan berakhir dengan kemenangan Chelsea.
  8. Unterhaching vs Bayer Leverkusen (Bundesliga 2000)
    Menurut sejarahnya klub Bayer Leverkusen tak pernah sama sekali menyandang gelar juara. Kali ini pertandingan melawan Unterhaching menjadi batu loncatan besar bagi mereka. Karena belum pernah mendapatkan prestasi maka tidak banyak mendukung Unterhancing melainkan menjagokan lawannya, tentu saja Bayer Leverkusen. Akan tetapi takdir ternyata belum memberikan kesempatan menang bagi Bayer Leverkusen karena mereka kalah dari lawan mainnya dengan skor 0-2. Sebagai klub yang lebih senior tentunya kekalahan tersebut sangat memalukan dan mengecewakan. Yang paling tragis adalah kekalahan tersebut diakibatkan juga karena goal bunuh diri dari pemain sendiri yaiti Michael Ballack.

Itulah beberapa kekalahan yang mengejutkan sekaligus disayangkan menjelang perebutan masuk ke turnamen Piala Dunia. Ajang sepak bola ini memang begitu diincar oleh setiap tim bahkan pemainnya. Oleh sebab itulah mengapa mereka berusaha mati-matian mengumpulkan prestasi sebanyak mungkin untuk menyandang gelar juara selama musim tertentu. Bahkan beberapa diantaranya rela menggunakan berbagai macam jalan supaya dapat menang.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat