Chat with us, powered by LiveChat

Piala Dunia 2018, Bisnis Besar yang Menguntungkan

Piala Dunia 2018, Bisnis Besar yang Menguntungkan

Siapa yang tidak kenal dan mengetahui Piala Dunia? Sebuah turnamen olahraga tingkat internasional dimana berlangsung selama empat tahun sekali. Kompetisi ini dikepalai dan diatur oleh organisasi besar bernama FIFA atau Fédération Internationale de Football Association. Awal mulanya kompetisi tersebut belum menjadi ajang tunggal karena harus bergabung dengan Olimpiade berisi beberapa bidang olahraga lainnya. Akan tetapi sekarang sudah beridir sendiri berkat permintaan khusus dari sang presiden FIFA pertama kali yaitu Jules Rimet. Akhirnya pada tahun 1930 Piala Dunia diselenggarakan di Uruguay dengan diikuti oleh 13 tim dari negara berbeda.

Piala Dunia Merupakan Bisnis Besar?

Sudah bukan rahasia lagi kalau turnamen Piala Dunia dijadikan sebagai bisnis besar-besaran bagi beberapa pihak. Bahkan organisasi FIFA sendiri berhasil mengumpulkan uang milyaran dollar lebih selama empat tahun sekali itu. Kompetisi bergengsi tak hanya memberikan bayaran besar saja bagi tim yang menjadi pemenang melainkan pihak itu sendiri. Butuh modal besar supaya bisa bergabung dan menjadi peserta sehingga FIFA dapat mengumpulkan uang bernilai fantastis untuk dijadikan sebagai hadiah dan keuntungan pribadi. Sebagai salah satu contohnya, negara yang menjadi tuan rumah harus membayarkan uang sebesar US$10 miliar atau setara dengan 140 triliun bahkan bisa lebih. Nilai tersebut merupakan patokan Piala Dunia beberapa tahun lalu, sementara itu periode sekarang meningkat menjadi US$11,8 miliar.

Kali ini Rusia menjadi tuan rumah dimana menawarkan 13 kota dengan beberapa stadion atau arena olahraga terbaiknya. Belum lagi persiapan besar untuk penyambutan serta pesta selama pertandingan berlangsung. Tentunya hal tersebut akan memakan banyak sekali anggaran dana yang sumbernya berasal dari uang pemerintah beserta publik. Sebagai tuan rumah tentunya pihak pemerintah Rusia harus mempersiapkan banyak hal, terutama dalam hal pembangunan. Untuk hal tersebut negara ini harus menghabiskan dana sebesar US$11,8 miliar bahkan lebih. Ada uang berjumlah US$400 juta yang akan diberikan sebagai hadiah kemenangan untuk tim yang menjadi peserta kemudian US$38 juta untuk pemenang.

Meskipun begitu, ternyata dengan menduduki posisi sebagai tuan rumah Rusia mendapatkan begitu banyak keuntungan besar. adapun beberapa diantaranya seperti timnas akan melaju seca otomatis ke babak final, popularitas menanjak, negara dikunjungi banyak turis internasional dan sebagainya. Acara akbar tersebut dimulai pada tanggal 14 Juni sampai dengan 15 Juli 2018.

Mengenal Organisasi Sepak Bola Terbesar FIFA

Menurut sebagian besar peneliti dan pengamat Piala Dunia, FIFA merupakan pihak yang paling diuntungan. Mereka akan mendapatkan jatah atau bagian keuntungan jauh lebih besar karena sebagai panitia yang menyelenggarakan turnamen internasional tersebut. Lalu siapakah FIFA itu sendiri?

Federasi Asosiasi Sepak Bola Intrnasional atau lebih dikenal dengan sebutan FIFA merupakan lembaga yang bertugas mengatur jalannya pertandingan sepak bola sekaligus bertanggungjawab terhadap bidang olahraga tersebut. Asosiasi besar ini pertama kali dibentuk pada tahun 1900-an dengan dipimpin seorang presiden bernama Jules Ramet. Ia jugalah yang menjadi pencetus terbentuknya Piala Dunia pada tahun 1930 silam sehingga namanya terkenal dan menjadi tokoh utama di dunia.

Meskipun begitu fenomenal dan dikenal sebagai organisasi kaya raya namun FIFA sempat mengalami serangkaian masalah. Salah satunya seperti pada tahun 2015 dimana pihak tersebut harus diinvestigasi karena diduga korupsi serta adanya suap di kalangan pejabat FIFA. Beberapa pemimpin negara juga ikut terciduk, seperti di El Savador, Guatemala, Panama, Costa Rka, Honduras, dan sebagainya. Selain suap, tuduhan lainnya antaa lain pemerasan, pencucian uang dan juga penipuan dengan menggunakan jaringan telekomunikasi serta teknologi elektronik lainnya. Sementara itu FIFA menerima tuduhan mendapatkan uang suap untuk menjadikan Qatar dan Rusia sebagai tuan rumah dalam Piala Dunia periode tahun 2018 dan 2022 mendatang.

Proses investigasi kemudian selesai tepat pada tahun 2014 namun hasilnya tidak dirilis secara gamblang. Padahal telah keluar keputusan bahkan FIFA telah bebas dan tidak terlibat sama sekali terhadap masalah yang tergatjadi sebelumnya. Salah satu alasannya yaitu karena banyak kritik bermunculan termasuk dari pihak kepala investigator yang direkrut FIFA, bernama Michael Garcia. Ia menyebutkan kalau deklarasi atau keputusan tersebut tidak lengkap sehingga tidak bisa dirilis.

Disamping itu kritikan terus bermunculan menanggapi negara Rusia keluar sebagai pemenang voting dan mendapatkan posisi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Semua hal mengenai bisnis Piala Dunia beserta keuntungannya dikaitkan sampai kepada Presiden Vladimir Putin beserta antek-anteknya. Misalnya saja pemimpin yang mengalami kasus korupsi adalah Ramzan Kadyriv dari Republik Otokratis Chencen dimana menjadi sekutu dari Putin. Bukti lain muncul dari surat kabar The New York Times serta lembaga bernama Human Rights Watch yang telah lama mengamati tim sepak bola dunia dari Mesir. Mereka mengungkapkan apabila timnas tersebut menjadi alat untuk mendorong citra dari Ramzan Kadyrov sendiri. Setelah beberapa kejadian menyangkut Kadyrov, pihak Amerika Serikat membekukan semua aset yang dimilikinya. Kemudian memasukkannya ke dalam daftar pelanggaran HAM dan sanksi tuduhan tindak korupsi.

Besarnya Biaya yang Dikeluarkan Tuan Rumah Piala Dunia

Sebelumnya telah dibahas mengenai besar biaya pendaftaran suatu negara jika ingin jadi tuan rumah Piala Dunia sebesar US$10 miliar. Akan tetapi ternyata masih ada lagi berbagai macam pengeluaran yang harus dibayarkan pihak tersebut. FIFA memberikan penawaran secara bebas kepada negara yang ingin menjadi tuan rumah dalam turnamen Piala Dunia supaya mendapatkan pajak besar. Contohnya saja pada tahun 2016 lalu, Jerman menghabiskan uang pajak yang diberikan kepada FIFA masing-masing sebanyak US$272 juta. Kemudian negara sebelumnya seperti Afrika Selatan dan Brasil juga memberikan jumlah uang sama di tahun 2010 dan 2014.

Pada tahun 2014 dimana Brasil menjadi tuan rumah, dana yang digunakan sekitar US$15 miliar. Adapun tujuannya digunakan untuk membangun tansportasi dan infrastruktur selama Piala Dunia berlangsung. Sementara itu untuk mengurus tempat turnamen yaitu Mane Garrincha Stadium, Brasil mengeluarkan dana sebesar US$550 juta. Sementara itu pada Piala Dunia 2018 ini, Rusia diperkirakan telah menghabiskan uang sebanyak US$51 miliar. Kemudian para pejabat pemerintahannya juga memberikan pernyataan kalau Piala Dunia menambahkan uang sebanyak US$25 sampai dengan US$31 miliar ke bagian perekonomian nasional.

Sebagai kesimpulannya, FIFA telah mendapatkan total uang sebanyak US$4,8 miliar dari Piala Dunia tahun 2014 lalu. Kemudian ada sebesar US$2,6 miliar sebagai laba pihak asosiasinya. Pihak tersebut masih mendapatkan jatah lagi dari hasil penjualan tiket sebesar US$527 juta dan sponsor US$1,6 miliar. Lalu bagaimanakan degan tahun ini? Kabarnya Piala Dunia 2018 akan memberikan keuntungan berlimpah bagi FIFA dibandingkan tahun atau periode sebelumnya. Hal ini karenakan begitu banyaknya negara yang menjadi peserta dan supporter yang antusias membeli tiket. Terlebih lagi turnamen akan diadakan di beberapa kota di Rusia sehingga pendapatannya bisa lebih banyak lagi. Paling tidak diperkirakan ada US$6 miliar yang akan didapatkan oleh FIFA.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat