Chat with us, powered by LiveChat

Tak Percaya, Sang Legenda Timnas Jerman Kalah Mewalan Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Tak Percaya, Sang Legenda Timnas Jerman Kalah Mewalan Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Banyak pihak seakan tidak percaya karena Jerman yang menjadi timnas paling favorit dan andalan masyarakat mengalami kekalahan atas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia kemarin. Padahal sejak tahun 1938, tim tersebut tidak pernah mengalami kekalahan bahkan pernah menduduki posisi sebagai juara bertahan selama beberapa tahun berturut-turut. Akan tetapi stadion di Rusia seakan berhenti bersorak dan menjadi diam seketika salah satu pemain Korea Selatan berhasil memasukkan goal terakhir ke gawang Jerman sekaligus menyudahi pertandingan. Tersingkirnya sang legenda di gala Piala Dunia 2018 memang mengejutkan bahkan dianggap sebagai mimpi terburuk namun menjadi kenyataan sehingga akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola.

Kesalahan dari Pelatih Joachim Low

Berita kalahnya Jerman diangkat oleh berbagai macam media massa, siaran televisi dan lain sebagainya. Bahkan salah satu wartawan dari BBC yaitu Archie Rhind-Tutt mengatakan kalau kejadian memalukan tersebut diakibatkan oleh sang pelatih sendiri, Joachim Low. Ia menuturkan kalau selama pertandingan berlangsung, tidak ada keseimbangan sama sekali dalam timnas Jerman sehingga membuat mereka kecolongan skor. Masyarakat memang menyalahkan para pemainnya tetapi yang paling bertanggungjawab tentu saja pelatihnya karena dianggap terlalu menganggap remeh lawan. Sekilias memang Korea Selatan sama sekali bukan tandingan Jerman karena pengalaman maupun prestasi jauh tertinggal.

Sementara itu timnas Korea Selatan juga sebenarnya merasa terheran-heran, merasa ada yang janggal dari peforma Jerman kala itu. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemain, ia mengakui apabila lawannya menjadi juara bertahan dan menduduki peringkat teratas dalam FIFA. Tidaklah sulit mengalahkan timnya selama pertandingan tetapi malah kenyataan berkata lain dimana mereka menggunakan kesombongan Jerman sebagai suatu senjata ampuh. Padahal sebelumnya Korea Selatan sempat tersingkir di grup F tetapi mereka sangat berbangga hati karena telah mencetak sejarah baru yaitu mengalahkan sang legenda Piala Dunia.

Fakta Menarik Mengenai Kekalahan Jerman

Dengan perolehan skor cukup memalukan yaitu 2-0, Korea Selatan membabat habis tim Jerman dalam satu malam saja. Mulai saat itu, masyarakat mengambil asumsi jika kutukan dalam Piala Dunia mengenai juara bertahan terus berlanjut dan menjadi kenyataan.

Di menit-menit petama, anak buah Joachim Low terus menyerang dan berusaha menghujam gawang Korsel. Namun nyatanya sulit sekali menembus pertahanan para pemainnya karena formasi yang begitu bagus. Padahal jika dilihan dari bentuk fisik dimana pemain Korea Selatan bertubuh lebih kecil dan pendek bukan menjadi halangan para tim Eropa. Dengan tubuh tinggi serta kaki panjang, seharusnya mereka lebih mudah merebut bola dan menggiring dengan cepat ke arah gawang. Sayangnya skor masih saja tetap yaitu 0-0 sama karena belum ada dari mereka berhasil mencetak goal sama sekali sampai memasuki injury time.

Di menit ke-92, Jerman mengalami kejadian buruk dimana kipper Manuel Nueuer kecolongan satu tendangan dari lawan. Dengan buru-buru ia mengambil bola yang sudah memasuki gawang karena Kim Young-Gwon berhasil menembus pertahanannya. Unggul satu poin, Korsel makin percaya diri sekaligus meningkatkan semangat di hati para pemainnnya sampai di menit terakhir nanti. Sementara pihak Jerman menjadi kalang kabut, tidak menyangka jika lawan yang dianggap kecil ternyata lebih pandai dalam mencari celah peluang. Pertandingan berjalan makin panas, bukan hanya karena satu goal Korea Selatan tetapi juga beberapa kejadian menarik lainnya. Berikut ini adalah fakta mengenai laga tersebut:

  1. Jerman sebagai juara bertahan dalam Piala Dunia yang gagal di gase grup setelah timnas Italia di tahun 2010 dan Spanyol tahun 2014.
  2. Pertandingan antara Korea Selatan dan Jerman menjadi yang paling dinantikan bahkan menghasilkan sejarah baru di Piala Dunia 2018. Ada 20 persen goal dapat dibuat di menit ke-90.
  3. Karena kemenangan Negeri Gingseng tersebut membuat Jerman mengingat kejadian pahit di Piala Dunia 1938 dimana juga gagal masuk ke babak 16 besar.
  4. Selama pertandingan, ternyata Jerman tidak pernah unggul sama sekali di babak pertama bahkan tim mereka dianggap sebagai tim terkotor sepanjang sejarah Piala Dunia.
  5. Pihak Korea Selatan memutuskan catatan impresf terhadap Jerman, tepatnya pada saat menjadi wakil dari Asia. Padahal sebelum kekalahan tersebut, negara Adolf Hitler selalu menjadi pemenangan di pertemuan kontra antar negara-negara Asia dalam Piala Dunia.

Korea Selatan Malah Dibanggakan oleh Meksiko

Banyak orang menjagokan Jerman karena timnas tersebut punya catatan panjang sebagai pemenangan FIFA World Cup. Sayangnya karena kesalahan fatal para pemain dan pelatih yang meremehkan lawan, akhirnya mereka harus pulang dengan kecewa karena kalah dari Korea Selatan. Kekalahan tersebut menjadi kejadian paling memalukan dan mengecewakan bagi para pendukungnya. Akan tetapi tidak bagi Korea Selatan dimana berhasil mengukir sejarah baru yang tidak akan pernah dilupakan sampai kapanpun. Karena kemenangan tersebut, Meksiko memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada tim mereka. Seakan ada dendam kesumat yang terbalasakan secara tak langsung oleh Korea Selatan terhadap Jerman. Pada kenyataannya bukan seperti itu yang terjadi melainkan timnas Meksiko berterimakasih karena kemenangan tersebut memberikan kesempatan bagi mereka melaju ke babak grup Piala Dunia 2018.

Sebagian besar penduduk Meksiko ramai-ramai mendatangi kedutaan besar Korea Selatan di Mexico City. Mereka saling merayakan kemenangan, turut berbangga dan bahkan memekikkan kalimat jika Korea Selatan adalah saudara mereka. Bahkan euforia tersebut juga meramaikan dunia maya dimana dua gambar bendera Meksiko dan Korea Selatan saling dijejerkan menjadi satu, kemudian ada pesan serta ucapan terimakasih bermunculan. Bahkan ada pula sumpah serapah dan janji diucapkan oleh para pendukung timnas Meksiko jika mereka akan senantiasa mendengarkan lagu-lagu K-pop asal negara sahabatnya tersebut.

Kesenangan tidak berhenti, penduduk Meksiko makin menggila dan berpesta ramai-ramai. Bahkan salah seorang konsultan asal Negeri Gingseng yaitu Byong-Jin Han digendong dan diarak sambil bersorak sorai. Mulai dari anak remaja, mahasiswa, orang dewasa bahkan para lansia turut merayakan hal tersebut. Kedua negara seakan menjadi sahabat dekat secara mendadak padahal letak keduanya sangatlah berjauhan satu sama lain.

Kalahnya Jerman menjadi berita paling memuaskan bagi supporter timnas negara lain. Mereka mengaku sangat lega karena tim terkotor dan paling curang sepanjang Piala Dunia harus tersingkir melawan Korea Selatan yang notabene dianggap kecil. Begitu pula dengan Meksiko yang menang dan berhasil melaju ke babak final dengan kemenangan Korea Selatan. Hal ini tentu akan menjadi obat bagi mereka setelah kalah melawan Brazil karena insiden divingi salah satu pemain andalannya, Neymar. Mereka merasakan kecewa mendalam karena saat itu Meksiko tengah mendapatkan peluang menyamakan skor namun gagal karena ulah Neymar yang berpura-pura cidera fatal akibat tak sengaja diinjak Miguel Layun di pergelangan kaki kanannya. Padahal setelah wasit memberikan putusan, Neymar bisa berdiri kembali dengan normal dan mulai melanjutkan pertandingan dan akhirnya berhasil menang.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat