Chat with us, powered by LiveChat

Tak Selamanya Mewah Berkelas, Ternyata Ini Sisi Gelap dari Piala Dunia!

Tak Selamanya Mewah Berkelas, Ternyata Ini Sisi Gelap dari Piala Dunia!

Piala Dunia sejak dahulu hingga sekarang dianggap sebagai pertandingan bergengsi tingkat internasional. Diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Internasional atau disebut dengan FIFA dengan biaya yang tidak sedikit bahkan mencapai milyaran dollar dalam sekali tampil. Setiap empat tahun sekali, turnamen tersebut diikuti anggota FIFA dan bertempat di suatu negara tertentu sebagai tuan rumahnya. Pada awal pertama pembentukan Piala Dunia 1930, Uruguay dipilih langsung sebagai tuan rumah yang diikuti oleh 13 negara. Kemudian terus berlanjut tiap periode sampai pada sekarang ini yaitu Piala Dunia 2018 di Rusia.

Yang menarik dari pertandingan besar ini adalah euforia serta keglamoran di dalamhya. Banyak sekali beberapa pihak menganggap kalau tradisi olahraga tersebut malah dijadikan sebagai ajang berbisnis bahkan keperluan politik oleh beberapa negara tertentu. Hal ini didukung adanya kasus suap dan korupsi FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia namun segera diselesaikan degan baik. Asosiasi tersebut dinyatakan bebas karena ada bukti namun sama sekali tidak memberatkan pihak mereka untuk dipersalahkan.

Selain itu, masih ada pula hal menarik lain terutama mengenai biaya yang dihabiskan tiap negara tuan rumah. Kali ini saja Rusia harus membayar pajak tinggi kepada FIFA agar dapat maju sebagai kandidat tuan rumah, kemudian harus mengeluarkan anggaran dana kurag lebih 11 milyar dollar lebih untuk persiapan turnamen. Karena syarat dari FIFA begitu tinggi, salah satunya harus ada setidaknya 20 stadion dengan standar internasional maka tuan rumah harus brusaha memenuhinya. Rusia membangun beberapa stadion besar dan megah, melakukan pembangunan fasilitas, perbaikan jalanan, penginapan mewah, dan lain sebagainya. Bukan hanya diperlukan untuk menunjang pembangunan negara saja melainkan memenuhi keperluan para peserta serta pihak terkait dalam Piala Dunia 2018.

Piala Dunia Memiliki Sisi Gelap

Kalau Anda lihat secara sekilas maka tidak ada yang salah sama sekali dengan perhelatan akbar, Piala Dunia. Namun apabila ingin diteliti lebih jelas dan detail maka ada banyak sekali hal ganjil, mengejutkan, sampai tragis sekalipun. Hal ini menunjukan jika pertandingan bergengsi tersebut tidak selamanya terlihat menakjubkan. Terdapat berbagai macam sisi gelap atau mungkin rahasia besar yang belum terkuak sehingga masih menjadi misteri sampai sekarang. Mulai dari sebelum pertandingan dimulai atau bahkan ketika para pemainnya sedang berada di lapangan, muncul banyak hal menarik dan mengejutkan. Sempat pula terjadi kejadian kasar dan brutal dimana membuat masyarakat dunia heboh karenanya. Bagi Anda yang begitu penasaran, silakan simak terlebih dahulu contoh sisi gelap dari Piala Dunia sepanjang sejarah berikut ini!

  1. Piala Dunia 2010
    Ada apa dengan Piala Dunia yang diadakan pada tahun 2010 silam? Tepatnya ketika babak final, timnas Spanyol sempat membuat para penggemar dan seisi stadion kagum. Ini dikarenakan gaya permainan tim tersebut begitu cantik dan cerdas, terutama pada cara mengoper bola dari satu pemain ke lainnya. Akan tetapi Spanyol yang saat itu melawan Belanda harus dihadapkan oleh berbagai macam masalah. Pihak timnas Belanda melakukan pelanggaran selama permainan berlangsung, khususnya kontak fisik dan penyerangan langsung. Contohnya saja seperti yang dilakukan oleh Nigel de Jong, menendang dada pemain Spanyol bernama Xabi Alonso. Beruntungnya ia masih diperbolehkan terus bermain dan melanjutkan pertandingan sampai selesai. Akhirnya turnamen tersebut dikenal paling kotor karena terdapat 47 pelanggaran dengan pemberian 14 kartu kuning.
  2. Pertempuran Brazil vs Cekoslowakia
    Selanjutnya adalah Piala Dunia 1938, tepatnya ketika dua timnas negara kuat saling berhadapan. Pada saat itu Brazil dan Cekoslowakia saling serang satu sama lain selama turnamen berlangsung. Laga yang diselenggarakan di Bordeaux itu berakhir miris dimana tiga pemain dikeluarkan secara paksa dari lapangan. Sementara itu salah seorang pemain Cekoslowakia, Oldrich Nejedly mengalami cidera sangat serius yaitu patah kaki. Kemudian kipper, Frantisek Planicka lengannya patah sehingga harus hengkang terlebih dahulu.
  3. Citra Buruk Brazil di Piala Dunia 1954
    Setelah mencari masalah dengan pemain Cekoslowakia, Brazil kembali berulah di Piala Dunia 1954. Pada saat itu turnamen berlangsung di negara Swiss dimana timnas mereka akan berhadapat dengan Hongaria. Meskipun Hongaria menang karena lebih unggul dalam perolehan skor yaitu 4-2 tetapi laga tersebut dianggap paling kotor. Alasan utama karena terjadi berbagai pelanggaran sehingga tiga pemain harus keluar dari permainan. Bahkan para supporter kedua negara juga saling bentrok di dalam stadion sehingga membuat beberapa diantaranya mengalami cidera.
  4. Timnas Belanda Pakai Doping
    Segala macam usaha akan dilakukan suatu negara yang ikut dalam Piala Dunia, seperti membayar mahal pelatih serta para pemain baru. Bahkan mereka tak segan menyepak pemain lawas yang banyak berprestasi demi mendapatkan pengganti lebih potensial. Berbeda dengan tim nasional Belanda dimana dianggap menggunakan cara tak lazim sekaligus paling kontrovesial. Pada turnamen tahun 2001, tiga orang pemain Belanda resmi dinyatakan bersalah dan keluar dari permainan. Hal ini karena mereka berani menggunakan obat-obbatan selama pertandingan berlangsung yaitu Anabolic Steroid Nandralone. Mereka memberikan sanggahan dimana tak sengaja menggunakannya bahkan tidak sadar sama sekali. sementara itu, Bert Konterman memberikan pendapat jika mungkin doping tersebut masuk melalui tubuh para pemain melalui daging steak yang dikonsumsi. Perlu diketahui jika Anabolic Steroid Nandralone digunakan para petani Belanda untuk menyuntik sapi ternak agar kualitas dagingnya meningkat.
  5. Piala Dunia 2002
    Kejadian selanjutnya yang menunjukan sisi gelap ajang Piala Dunia terjadi pada tahun 2002. Timnas Korea Selatan menjadi tuan rumah dan dianggap curang karena telah memanfaatkan wewenang posisi tersebut. Banyak sekali keputusan dari Byron Moreno, pemimpin turnamen Piala Dunia 2002 yang begitu menguntungkan pihak Korsel. Ketika pertandingan berlangsung, Moreno membuat keputusan mengejutkan. Salah satunya seperti tidak memberikan pelanggaran kepada Korsel padahal sudah jelas melakukan kesalahan. Kemudian ia juga menganulir goal dari timnas Italia yang pada saat itu menjadi lawan main Korsel. Kejadian paling membuat geram adalah ketika Francesco Totti mendapatkan kartu merah dengan alasan tak jelas dan masuk akal. Karena banyaknya ulah Moreno maka Presiden FIFA, Sepp Blatter menjulukinya sebagai bencana sekaligus memberikan hukuman skorsing dalam dua laga pertandingan. Setelah itu muncul kabar terbaru dimana Moreno masuk penjara akibat terjerat penyelundupan obat-obatan terlarang.
  6. Piala Dunia, Italia vs Cile
    Kejadian mengerikan kembali di laga Piala Dunia tepatnya antara Italia vs Cile. Begitu banyak kekerasan terjadi di sepanjang permainan, salah satunya ketika Mario David dari Italia menendang kepala Leonel Sanchez asal Cile. Tak terima dengan perlakukan tersebut kemudian Sanchez membalasnya dengan tendangan hingga mematahkan hidung David. Karena tak ingin kejadian serupa terjadi maka polisi turun lapangan langsung untuk menghentikan pertikaian tersebut.

Beberapa contoh kejadian di atas menjadi bukti kalau laga Piala Dunia yang dianggap mewah serta glamor juga mempunyai kekurangan. Masih banyak lagi rahasia yang tersembunyi, mungkin dari pihak peyelenggara FIFA, negara-negara anggota, para pemain, pelatih atau malah supporternya.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat